Welcome

Monday, 13 April 2026

Bukan Sekadar Ganti Energi: Mengapa Transisi Energi Butuh Sentuhan Antropologi?



Program transisi energi  sering kali gagal karena kebijakan yang disusus terlalu "top-down dan teknokratis. Perencana kebijakan sering berasumsi bahwa masyarakat akan otomatis beralih ke teknologi hijau jika infrastrukturnya tersedia.

Masalahnya realitanya tidak begitu. Kebijakan intervensi teknologi--terlebih di fase awal--mau tak mau harus beradaptasi dengan keseharian masyarakat yang sudah lama ada. Tanpa melakukan hal tersebut program transisi energi hanya berakhir ke buang-buang anggaran semata. 

Contoh konkretnya adalah kebijakan peralihan dari kompor gas ke kompor listrik yang pernah diterapkan di Indoensia pada tahun 2022, meski kini telah dibatalkan. 

Pada fase awal kebijakan pengadaan kompor listrik diterapkan oleh pemerintah,  seorang ibu yang awalnya antusias dengan kompor listrik,  mengubah pandangannya dan mengeluhkan api dari kompor listrik yang tidak bisa dipakai untuk memanggang atau memasak terasi. 

Di samping itu lambatnya pembakaran di kompor listrik juga membuat kompor ini tidak terlalu laku di keluarga yang butuh memasak dalam waktu cepat.

Hal serupa juga terjadi di India. Di sana pemerintahnya juga mendorong transisi dari LPG ke kompor induksi untuk menekan impor energi. Secara teknokratis, ini efisien. Masalahnya, keberadaan kompor listrik ternyata tidak didukung oleh infrstruktur daya listrik rumah tangga para pekerja informal yang jumlahnya sangat banyak itu.

Selain itu, teknik memasak lokal yang membutuhkan api besar atau alat masak tertentu tidak kompatibel dengan kompor induksi standar. 

Dengan kata lain, tanpa memahami "pengalaman pengguna" di dapur-dapur sempit perkotaan, subsidi kompor listrik hanya akan menjadi tumpukan barang tak terpakai karena kebijakan tersebut tidak grounded pada realitas harian warga.

Di sinilah ilmu antropologi yang dipadukan dengan riset kualitatif dan prinsip User Research (UX) menjadi sangat krusial untuk menciptakan transisi yang adil (Just Transition).

Transisi energi bukan sekadar soal mengganti energi fosil ke listrik. Ini adalah soal mengubah ekosistem kerja dan pola hidup. Melalui wawancara kontekstual dengan para  targeted dan potential customer, peneliti dapat menangkap  bahawa aktivitas memasak--atau aktivitas lainnya dengan teknologi hijau--tidak melulu tentang aktivitasnya dengan teknologi hijau itu sendiri. 

Ia juga berkaitan dengan aktivitas lain seperti waktu yang dimiliki oleh targeted atau potential customer, kondisi ekonomi, tradisi, dan unsur-unsur lain yang kadangkali tak ada dalam kajian akademik pembuatan aturan. 

Oleh sebab itum riset yang grounded seperti yang ditawarkan oleh antropologi dibutuhkan dalam kebijakan transisi hijau agar kita tahu bahwa terkadang keengganan menggunakan teknologi hijau, bukan karena teknologinya itu sendiri, namun karena unsur lain yang seringkali tidak diperhatikan oleh para pembuat kebijakan.  


No comments:

Post a Comment

My Services

Journalistic
Project Management
Research, MEL, and Assessment
Communication Strategist
Translation
Book Editing

Wanna collaborate?

Selected Portfolios

I am an award-winning journalist and researcher with a cross-sectoral and interdisciplinary background grounded in anthropology. I consider myself a data-driven insight generator and storyteller, combining qualitative research with quantitative data analysis to produce meaningful, evidence-based narratives. Alongside my academic training, I have completed intensive courses in data analysis, project management, content creation, and digital safety, which inform my applied and practice-oriented work.

I have received multiple awards for journalism and research. In 2025, I was awarded by the Earth Journalism Network and Progresip for a short-video report titled Mendengar Suara Pekerja untuk Transisi Energi: Motor Listrik antara Beban dan Harapan Driver Ojol. In 2019, I received research awards from Universitas Gadjah Mada, Chiang Mai University, and Vienna University for research conducted in Thailand. I was also recognized by the Indonesia Territorial Conference as a Top Book Reviewer. Earlier, in 2015, I received an award from Universitas Gadjah Mada for my research titled Agroforestry Transformation and Totemism in West Borneo.

My career spans roles as a researcher, journalist, data analyst, content director, trainer, and public relations professional, working across academia, policy, media, civil society, and companies.

Below is a selection of my publications and projects:

1) Media and Journalism:

2) Academic Works:

3) Assesment and Edit:

  • Asesmen Dampak Proyek NICFI – Samdhana Institute “Hak Komunitas dan REDD+ di Indonesia” (Impact assessment, 2016–2021 — offline publication)
  • Recommendations for the Improvement of the Indigenous Peoples (Masyarakat Hukum Adat) Regional Regulation of Asmat Regency, Papua (Assessment — offline publication)
  • Jaminan Sosial di Indonesia: Sejarah, Teori, dan Tantangan Masa Depan (Editor)
    https://library.fes.de/pdf-files/bueros/indonesien/21813.pdf
  • Kronik Undang-Undang Desa: dari UU No. 5/1979 tentang Pemerintahan Desa ke UU No. 6 tentang Desa (Editor — offline publication)

4) Market Insight, Translation, and Communication Strategy:

  • Potential Customer Analysis (Market Research — Confidental thrifting client; offline publication)
  • How Clients Choose Agencies (Market Research — Confidental agnecy client ; offline publication)
  • The Romance of a Busy Broker — O. Henry (Literary translation; co-translated with Silmi Afina — offline)
    Indonesian version: Kisah cinta pialang saham yang sibuk
  • Pulung Gantung (Movie subtitle translation, Javanese–English; with Yasmin — offline)
  • Katanya anti-diskriminasi, tapi kok masih terjadi?” — Kampanye Kilo 190 (Instagram content lead / communication strategy)
    Link Instagram
  • Interactive Map: Top Coffee Producing and Consuming Countries (2025) (Strategic communication)
    View Dashboard
  • Empat Puluh Tokoh Alumni Pers Mahasiswa UGM (Publlic Relation — offline)
  • Tempat Wisata di Jambi yang harus Kamu Kunjungi (Tourism promotion)
    wisatadestinasi.com